Membiasakan diri untuk “TERGANGGU”

Hihi…hari ini tepat pagi-pagi sekali, saat saya mau berangkat kerja, saya mendapatkan apa yang orang-orang bilang “musibah bin susah”, karena ternyata STNK yang selama setahun ini saya lipet di dompet saya, bukanlah STNK motor pribadi saya, melainkan STNK teman saya, dan saya teringat sekitar kurang lebih setahun lalu, kantor kita gempar, karena temenku ini kehilangan dompet dan beberapa items lainnya, karena kamarnya dimasuki oleh maling. Dan akhirnya beliau sangat pusing dibuat sibuk karena harus mengurus surat kehilangan STNK sepeda motornya. Wow…capek sekali kan.
Dan betapa kagetnya aku, bahwa ternyata selama ini, sudah hampir setahun, ternyata STNK saya tersebutlah yang hilang, karena dulu pernah saya meminjam sepeda motornya, dan sekaligus STNK nya dan saya salah mengembalikan STNKnya. Akhirnya selamatlah beliau dari tragedi STNK setelah setahun, dan kini aku yang dapat masalah. aw aw aw.

Tapi sejujurnya ini bukan masalah…tapi inilah yang kusebut dengan judul yang diatas tersebut “membiasakan diri tergangu”. Konsep apakah ini? Yah ini konsep baru yang saya telusuri sebagai salah satu basic management dalam ilmu perbisnisan. Lah kok ngomongnya kemana-mana sih…hehe

Begini singkatnya…

Tahukah anda bahwa hampir sangat banyak orang yang sangat benci dengan urusan, benci dengan keribetan. Manusia cenderung suka akan kesederhanaan, ketenangan dan kenyamanan, tanpa mau diganggu oleh hal-hal yang bersifat “ribet”.

Nah, saya akan lebih ringkaskan lagi. “Bisnis” salah satunya, mengapa bisa muncul adalah sebagai jawaban manusia yang tidak mau “terganggu” dan menjadi ribet. Bisnis itu secara simpel akan saya gambarkan sebagai bentuk solusi untuk menjawab kerumitan yang terjadi dan dikumpulkan secara bersama-sama dalam jumlah yang besar, dan dikerjakan hanya sekali proses, dan menggunakan tool yang sama dan menggunakan pekerja yang sama. HAHAHAHAH….BAHASANYA MULAI TIDAK ENAK…..saya sengaja, agar anda ribet, dan saya kelihatan profesional..wkwkwkwk

Tapi simpelnya begini….setiap orang yang ada di sebuah tempat pasti memiliki kebutuhan yang serupa, misalnya beras, sayur-sayuran, sepeda motor, sampai korek api. Nah seluruh kebutuhan tersebut akan membuat manusia menjadi ribet, sehubungan dengan PEMBUATANNYA, PENDISTRIBUSIANNYA, ATAUPUN PEMAKAIANNYA. Ada 3 komponen penting yang membuat manusia menjadi ribet. Nah, dengan ini muncullah apa yang disebut dengan USAHA JASA, atau dalam bahasa profesionalannya disebut dengan KONSULTAN.

Di jaman dewasa ini, anda semakin mudah mengerti dengan apa yang saya sebutkan, karena JASA TELAH BERUBAH MENJADI “BARANG” PENTING, PADAHAL JASA ITU BUKAN BARANG SESUNGGUHNYA. Banyak jenis-jenis konsultan, misalnya konsultan software, konsultan keuangan, bahkan sampai konsultan surat menyurat (alias biro jasa). Dengan bahasa rakyat saya akan simpulkan begini. Tukang jual beras di PASAR juga sebenarnya adalah konsultan, mereka mengumpulkan jadi satu semua permintaan masyarakat lokal dan menjualnya terpusat di lapaknya.

Coba bayangkan, setiap orang MENANAM SAYUR SENDIRI, SETIAP ORANG MEMBUAT BIJI KOREK API SENDIRI, SETIAP ORANG MEMBELI DAN MENGIRIM SENDIRI SEPEDA MOTOR YANG DIBELINYA DARI PUSAT MANUFAKTUR DI JEPANG, SETIAP ORANG MENGIRIMKAN SURATNYA SENDIRI TANPA BANTUAN PAK POS. Wah pasti sulit juga kan…..jangan terlalu ekstrim juga, karena biayanya akan jauh lebih besar Jika anda hendak mengisi “angin” ban motor saudara, masa sih mesti beli pompa sendiri, maka ongkos nya akan jauh justru lebih besar. Jika anda tetap melakukan ini, maka ANDA TERHINDAR DARI KORBAN BISNIS, TAPI MASUK KE LOBANG BUAYA, YAITU KORBAN IDEALISME SENDIRI.

Nah inilah yang saya sebut bisnis berbau konsultansi yang didasari oleh MANUSIA YANG BENCI UNTUK TERGANGGU OLEH KERIBETAN. Kalo anda malas untuk mengurus STNK, maka ada konsultannya, jika anda MALAS MENCUCI BAJU SENDIRI, maka ada juga konsultannya. Semua dijadikan konsultan.

Jaman di era pra-modern, modern, dan post-modern ini juga dibagi-bagi dengan apiknya oleh persisteman yang ada. Jaman kebangkitan/renaisanse/dan jaman revolusi ditandai dengan MINIMNYA JASA-JASA (saat itu kata-kata SERVICE tidak ada sama sekali di muka bumi, dan sangat jarang dipakai), setelah jaman POSMO sekarang, maka kata-kata JASA/SERVICE menjadi gila-gilaan di pakai oleh umat manusia.

KATA-KATA “PRODUKSI” MENJADI MELEMAH DAN sangat jarang digunakan. Seseorang yang bekerja di dunia dunia marketing (pekerjaan konsultan) akan mendapatkan upah lebih dari pada sekedar PRODUKSI (pekerjaan pembuatan).

Baiklah, saya sudah menjelaskan duduk rupanya gaya hidup jaman posmodern sekarang, dan bagi saya pribadi, saya tidak mau terbawa dan terkotak-kotak oleh jaman-jaman itu, saya lebih etis, dengan cara menempatkan sesuatu pada tempatnya saja. Jika saya harus bekerja dan mendapatkan upah 100 ribu sehari, mengapa saya harus cuti hanya untuk mengurus STNK, lebih baik suruh saja KONSULTAN BIRO JASA mengurusnya dengan biaya 50 ribu, dan saya masih untung 50 ribu. Begitu JUGA SEBALIKNYA, jika pada hari sabtu saya libur, mengapa saya tidak langsung saja mengurus sendiri, toh berada di rumah dan tidak di rumah, tidak ada faedahnya, lebih baik berani belajar mengurus STNK sendiri, jangan jadi malas.

BAGI PARA PEBISNIS “JASA” / “KONSULTAN” / “atau bahasa sejenisnya”, ORANG-ORANG MALAS, YANG BENCI UNTUK TERGANGGU, BENCI KERIBETAN, BENCI BIROKRASI adalah KORBAN BISNIS mereka. Mereka melihat bahwa orang-orang di kota A atau kota B, cenderung malas mencuci pakaian sendiri dan cenderung suka sibuk, mengapa tidak kita dirikan saja jasa LAUNDRY……wkwkwkwkwkwk……begitulah kira-kira bisnisnya. Orang-orang di kota A dan B cenderung malas urus STNK sendiri, mengapa kita tidak buat saja BIRO JASA…..wkwkwkwkw

Jadi sekarang itu adalah PILIHAN SAUDARA, JIKA ANDA MALAS, maka anda adalah KORBAN BISNIS ORANG LAIN, dan sebaliknya JIKA ANDA RAJIN dan TIDAK TAKUT UNTUK RIBET, maka anda ADALAH PEBISNIS ITU SENDIRI, setidaknya ANDA TELAH BERBISNIS DENGAN DIRI ANDA SENDIRI dan MENJADI PENOLONG BAGI DIRI ANDA SENDIRI….

Dalam sebuah cuplikan scene dalam sebuah FILM, ada seseorang berkata “Saya tidak akan membiarkan ORANG LAIN, menjalani HIDUP YANG SEHARUSNYA saya JALANI”. Ungkapan ini muncul dari seseorang yang ditanya oleh temannya begini “Hai kawan, mengapa engkau tidak membiarkan saja PAKAIANmu dicuci oleh TUKANG LAUNDRY, dan kamu bisa beristirahat tidur seharian, daripada kamu kecapean, jangan terlalu pelit kawan”

HAHAHAHA…..bagi orang awam, mungkin SESEORANG YANG MENCUCI PAKAIANNYA SENDIRI ADALAH PELIT, mengingat ONGKOS LAUNDRY sudah sangat murah (jujur saya akui memang murah, kadang-kadang sesekali muncul pikiran di otak saya untuk juga menggunakan jasanya), tapi saya ingat kata film tersebut “UNTUK APA SAYA DIBERIKAN TANGAN DAN KAKI YANG LENGKAP, DAN SAYA MENYURUH ORANG LAIN UNTUK MENJALANI SEPARUH HIDUP SAYA, SEHARUSNYA SAYALAH SENDIRI YANG HARUS MENJALANINYA….”

Kata-kata mutiara lucu dan sederhana dari saya :

***mencuci pakaiannya sendiri adalah bagian hidup manusia, jika manusia itu berpakaian, dan dengan memberikan pakaiannya dicuci oleh tukang laundry, maka dia telah menyuruh orang lain untuk menjalani sepotong bagian hidupnya***

INI CUMA IDE TULISAN, BAGI ANDA YANG TERBIASA MENCUCI PAKAIAN DI LAUNDRY JANGAN TERSINGGUNG, SAYA CUMA SEDANG MABOK KATA-KATA, DAN BAGI SAYA, JIKA ANDA MENCUCI PAKAIAN ANDA KE LAUNDRY, ITU SAH-SAH SAJA DAN POSISIF KOK, SAYA CUMA TERLALU IDEALIS SAJA UNTUK HIDUP DI BUMI YANG FANA INI…….hahahahaha…..make it simple….cuma agar bisa menulis saja….

2 Tanggapan

  1. Halo kawan blognya bagus, jangan lupa kunjungi

    blog saya

    salam hangat

  2. Bagaimana bisa kita dikatakan tidak menjalani sebagian hidup jika itu bukan bagian dari jalan hidup kita….=))

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.